Sejarah IAUI

Perkembangan Urologi di Indonesia

Perkembangan Urologi di Indonesia dimulai pada tahun 1969 oleh Prof. Oetama. Pada tahap awal dibuat konsep yang disebut 5 misi yaitu :

  1. Pengembangan sumber daya manusia dengan merekrut tenaga dari ahli bedah yang kemudian dikirim untuk pendidikan Urologi di luar negeri.
  2. Pengembangan pusat pendidikan Urologi Indonesia.
  3. Pengembangan klinis yang up to date untuk diimplemestasikan dengan teknologi yang tinggi.
  4. Pengembangan penelitian di Urologi.
  5. Pengembangan pusat penelitian Urologi yang dapat mengimplementasikan pengetahuan dan teknologi terkini.

Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) atau The Indonesian Urological Association (IUA) terbentuk pada tahun 1973 oleh Komite 12 ahli Urologi yaitu :

  • Prof. Oetama
  • Dr. H. Ramli
  • Dr. P. Zaini
  • Dr. Sodatoen Soerjohardjo
  • Dr. Ali Imran
  • Dr. Widjoseno Gardjito
  • Dr. Sahala Sihombing
  • Dr. Talib Bob Said
  • Dr. Djoko Rahardjo
  • Dr. Fritz Kakiailatu
  • Dr. Rudy Yuwana
  • Dr. Soemarsono.

Ketua IAUI berganti setiap 3 tahun sekali. Ketua Purna Bakti IAUI :

  • (2003-2006) adalah Prof. DR. Dr. Doddy M. Soebadi
  • (2006-2009) adalah Prof. DR. Dr. Akmal Taher
  • (2009-2012) adalah Prof. DR. Dr. Suwandi Sugandi.